Sejumlah Ternak Warga di Karangasem Mendadak Hilang, Ternyata Dimangsa Ular Piton 3 Meter

Sejumah ternak warga hilang dimangsa ular. Ternak seperti ayam, itik dan bebek dimakan ular piton panjang 3 meter. Warga di Banjar Dinas Pemuhunan, Desa Muncan, Kecamatan Selat Karangasem, Bali belakangan diresahkan dengan beberapa ternak yang hilang dimangsa ular.

Kejadian ini terjadi sejak beberapa minggu yang lalu. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karangasem, Nyoman Tari mengatakan hal ini imbas keberadaan ular piton berukuran sekitar 3 meter yang telah meresahkan warga. Ular akhirnya dievakuasi setelah ditemukan warga saat akan memangsa bebek yang berkeliaran sekitar pekarangan.

Warga yang melihat ular tersebut tengah memangsa ternak lantas melaporkannya. "Yang melaporkan ada ular piton I Gusti Bagus Winata warga Muncan. Saat mendapat laporan, petugas pemadam ke lokasi untuk mengevakuasi ular. Personel yang ke lokasi sebanyak 4 orang mengunakan 1 armada," ungkap I Nyoman Tari, Jumat 26 Februari 2021. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Badan Kepegawaian Daeraah (BKD) Karangasem, tersebut mengatakan, proses evakuasi ular piton lumayan lama.

Hal itu karena ukuran ularnya yang cukup panjang. Tapi untungnya, ular bisa dievakuasi petugas. Evakuasi dipimpin Danru Pos Selat didampingi 4 personel. Pejabat asal Desa Ban, Kecamatan Kubu tersebut mengaku, kasus ular masuk ke perumahan dan pekarangan warga marak di Karangasem.

Pemicunya karena sudah masuk musim hujan, sehingga ular yang berada di sarang keluar karena dingin dan mencari tempat lebih hangat. Seperti rumah, serta gubuk. "Kasus kebakarannya menurun, tapi kasus ular msuk rumah dan pekarangan malah meningkat. Terutama daerah berdekatan dengan perkebunan. Hampir setiap hari petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi ular dan sarang tawon," tambah Tari. Untuk diketahui, tahun 2020 kasus ular masuk rumah serta pekarangan di Karangasem mncapai 40 sampai 50 kasus.

Tersebar di beberapa Kecamatan. Kasus ini sangat meresahkan dan membuat panik warga. Selain mengevakuasi ular, petugas sering mengevakuasi sarang tawon. Pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati hati terkait kasus ular masuk rumah serta pekarangan warga.

Mengingat saat ini Karangasem sudah mulai memasuki musim hujan. Saat datang hujan endela harus ditutup, dengan harapan ular tak bisa masuk ke dalam. "Warga harus tetap waspada dan hati hati, terutama warga yang tingga berdekatan dengan kebun. Rumah yang dekat kebun sering ditemukan ular," imbau Nyoman Tari.

Namun demikian ia menambahkan bahwa petuagas Damkar terus siap siaga seandainya ada laporan ular memasuki perumahaan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.