Bawa Sabu 26 Kg, Kurir Narkoba Divonis Hukuman Mati

Abadi Samad (45) kurir sabu antar provinsi divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Medan, Senin (30/11/2020). Abadi terbuktimembawa sabu sebesar 26 kg dari Aceh menuju Jakarta. Sidang putusan yang digelar secara video conference tersebut, dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan.

Majelis hakim menilai perbuatan warga Desa Tufah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh ini melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni melakukan percobaan jahat atau permufakatan jahat melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. Putusan tersebut sama (conform) dengan tuntutan JPU, dari Kejatisu Anita SH yang sebelumnya menuntut terdakwa Abadi Samad dengan pidana mati.

Sementara itu, terkait putusan tersebut, JPU dari Kejatisu Anita SH saat dikonfirmasi, Rabu (02/12/2020) via WhatsApp membenarkan vonis mati tersebut. "Benar. Kemarin hari Senin (30/11/2020) diputus, majelis hakim sependapat dengan tuntutan kami yang sebelumnya menuntut terdakwa Abadi Samad dengan pidana mati," ucap JPU Anita. Terpisah, terdakwa Abadi Samad melalui penasihat hukumnya dari LBH Shankara Mulia Keadilan (SMK) Tita Rosmawati SH, saat ditanya apakah menerima atau melakukan upaya hukum banding atas vonis mati tersebut menyatakan keberatan.

"Kita keberatan karena terdakwa ini hanya sebagai kurir," ujar Tita. Namun, Tita akan mengembalikan keputusan tersebut kepada kliennya menerima atau menolak dan masih menyatakan pikir pikir. "Kami koordinasi dulu dengan terdakwa apakah akan banding atau menerima, karena masih ada waktu beberapa hari lagi," katanya. Sementara dalam dakwaan JPU, Anita mengatakan kasus bermula pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2020, Petugas BNN Provinsi Sumatera Utara mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa adanya 1 mobil truk Mitsubishi Canter warna kuning, berasal dari Provinsi Aceh akan melintasi Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan Jakarta yang membawa sabu.

"Atas informasi tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan mobil truk Mitsubishi Canter melintas di Jalan Medan Banda Aceh Simpang Megawati Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai menuju Medan," kata Anita. Melihat mobil tersebut, sambung JPU Anita, petugas langsung menghentikan dan mengamankan terdakwa Abadi yang berada dibangku penumpang dan juga Basyaruddin selaku sopir truk tersebut. "Selanjutnya, petugas membawa terdakwa dan sopir truk ke Kantor BNNP Sumut dan melakukan pemeriksaan terhadap truk tersebut dengan menggunakan Anjing pelacak dan menemukan barang bukti berupa 28 bungkus plastic berisi narkotika jenis sabu dengan total seberat 26.457,6 gram," kata Anita.

Dikatakan JPU Anita, saat diinterogasi oleh petugas, terdakwa mengaku sabu tersebut diantar ke Jakarta atas suruhan Marzuki Ahmad alias Tengku (berkas terpisah) dengan upah Rp200 juta. "Sementara itu, Basyaruddin selaku sopir truk mengaku hanya mengemudi atas permintaan terdakwa dan tidak mengetahui di dalam mobil tersebut ada sabu sabu," pungkas JPU Anita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.